Tiga Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menikah

Tiga Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menikah

Bagi sebuah pasangan rumah tangga (sudah menikah), bisa dipastikan peran cinta dan sayang hanya 20%, selebihnya (yang 80 %) murni yang berperan adalah tanggung jawab dan peran masing-masing dari suami dan istri, hal ini kebalikan dari pasangan pacaran, yang mana peran cinta dan sayang justru 80% dan peran masing masing pasangan hanya 20%, terkadang bahkan tidak ada peran sama sekali.

Apalagi bagi pasangan yang sudah mempunyai anak, terkadang suami istri sudah jarang sekali memanjakan rasa cinta dan sayangnya, sehari hari kehidupannya dihiasi dengan melaksanakan peran masing masing, suami setiap hari bekerja, istri sehari hari mengurus rumah tangga dan anaknya, belum lagi jika mempunyai beban hidup yang lainnya.

Tapi walaupun cinta dan sayang (ketika sudah berumah tangga) hanya berperan 20%, hal tersebut justru menjadi pondasi penting yang harus tetap ada dalam sebuah hubungan rumah tangga, jika cinta dan sayang (20%) tidak ada, dapat dipastikan peran suami dan istri yang 80% akan kacau berantakan.

Untuk pasangan rumah tangga, selain mempunyai rasa cinta dan sayang, setia, saling menerima, percaya, tanggung jawab, dan sebagainya, ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan secara jangka panjang dari sebuah hubungan rumah tangga, baik ketika masih akan menikah, maupun perjalanan setelah menikah, bahkan hingga akhirat.

Karena faktanya, orang yang katanya berperan dalam pernikahan seperti mudin, saksi dan lainnya, sudah tidak mau tahu lagi tentang bagaimana ke depannya kisah hubungan rumah tangga seseorang, apalagi yang namanya penghulu, setelah menikahkan, menjodohkan (ya sudah), tidak mau tahu lagi, tidak mengurus lagi, bagaimana ribetnya menjaga dan merawat hubungan rumah tangga seseorang, baik merawat hubungan anak dengan orang tuanya, anak dengan morotuonya, morotuo dengan menantunya, besan dengan besan, cucu dengan kakek neneknya.

Bahkan dapat dipastikan, ketika setelah pernikahan, yang berperan berat penuh dengan tanggung jawab dunia akhirat, serta diribeti dengan bergaia urusan hubungan keluarga tiada lain kecuali tiga orang yaitu orang tua, anak dan morotuo (besan).

Inilah yang jarang dipertimbangkan oleh seseorang ketika akan berumah tangga, akibatnya jika tidak dipertimbangkan dengan matang, justru malah menyusahkan, menyulitkan, dan menyengsarakan hal hal yang harus dijaga dan dilakukan  ketika setelah menikah, karena hal hal setelah pernikahan justru hal hal yang berkaitan dengan urusan jangka panjang.

Salah satu hal yang penting untuk dipertimbangkan untuk urusan jangka panjang setelah pernikahan yaitu:

1. Calon pasangan harus benar benar kita pastikan orang baik, bertanggung jawab, matang umur, pikiran, mental, karakter, tujuan hidup, mengerti agama, berpendidikan, berpotensi memberikan keturunan baik, berasal dari keluarga yang baik.

Karena dalam hal ini, terkadang pemuda pemudi tidak mempertimbangkan dengan matang, yang penting sudah saling suka, serius, langsung menjalin hubungan sampai dalam (menikah), akhirnya perjalanan hubungannya setelah menikah justru berbuntut penyesalan.

2. Terjangkaunya tempat, waktu, situasi, kondisi, keadaan, baik antara orang tua dengan besan, besan dengan menantu, anak dengan orang tuanya. Karena bagaimanapun ketiga unsur (orang tua, morotuo, anak) tetap harus terjangkau lingkaran tempat, waktu, situasi dan kondisi, karena banyak sekali hal-hal yang harus terjalin setelah pernikahan, seperti menjalin silaturahmi, orang tua butuh anak, anak butuh orang tua, dan sebaliknya, apalagi jika ada momen-momen sakral keluarga.

Tiga Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menikah

Karena dalam hal ini, jika tidak menjadi pertimbangan, banyak sekali pasangan rumah tangga yang akhirnya tidak bisa saling bersilaturahmi, baik antar anak dengan orang tuanya, besan antar besan, bahkan banyak anak yang akhirnya tidak bisa berbakti kepada orang tuanya, banyak orang tua dimasa tuanya tidak ada anak disampingnya, karena tidak terjangkaunya tempat, waktu, keadaan, situasi, kondisi dll. Sehingga akhirnya pasti harus ada yang dikorbankan.


3. Sudah saling mendukung, mengetahui atau mendalami, baik antar pasangan, anak dengan orang tuanya, menantu dengan morotuonya, bahkan besan dengan besan. Masing masing orang tua harus mengerti bagaimana pandangan hidup rumah tangga anaknya, dan sebagainya.

Karena dalam hal ini, jika tidak dipertimbangkan dengan matang, banyak sekali pasangan rumah tangga tidak mendapat dukungan dari orang tuanya.

Tiga hal tersebut, berperan jangka panjang untuk sebuah hubungan rumah tangga, karena hal tersebut berkaitan dengan hidup dan tanggung jawab masing masing antara anak, orang tua, morotuo (besan). Dan inilah realita yang memang harus dipikirkan ketika sudah berumah tangga. Mohamad Nurofik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel