Perbedaan Muhkamat Dan Mutasyabihat

Perbedaan Muhkamat Dan Mutasyabihat

Secara garis besar terdapat perbedaan muhkamat dan mutasyabihat, antara lain:

1. Muhkamat adalah sesuatu yang telah jelas maknanya, sedangkan Mutasyabihat adalah sesuatu yang tidak jelas maknanya.

2. Muhkamat adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui secara langsung tanpa membutuhkan keterangan lain. Mutasyabihat adalah ayat yang maksudnya tidak dapat diketahui secara langsung sehingga membutuhkan keterangan lain.

3. Muhkamat adalah ayat yang kuat dalalahnya baik maksud maupun lafadznya. Mutasyabihat adalah ayat yanng lemah dalalahnya, bersifat mujmal, sehingga memerlukan ta’wil.

4. Muhkamat adalah ayat yang seksama susunannya dan urutannya sehingga membawa kepada kebangkitan makna yang tepat tanpa pertentangan. Mutasyabihat adalah ayat yang makna seharusnya tidak terjangkau dari segi bahasa kecuali bila ada bersamanya indikasi atau konteks tertentu.

5. Muhkamat adalah ayat yang maknanya rasional, artinya dengan akal manusia saja, pengertian ayat itu dapat ditangkap. Mutasyabihat adalah ayat yang mengandung pengertian yang tidak dapat dirasionalkan. Misalnya bilangan rakaat didalam shalat lima waktu.

6. Muhkamat adalah ayat yang nasikh dan padanya mengandung pesan pernyataan halal, haram, hudud, faraidh, dan semua yang diamalkan. Mutasyabihat yaitu ayat yang padanya terdapat mansukh, qasam, yang wajib diimani tetapi tidak wajib diamalkan lantaran tidak tertangkapnya makna yang dimaksud.

7. Muhkamat ialah ayat yang jelas maksudnya lagi nyata yang tidak mengandung kemungkinan nasakh. Mutasyabihat ialah ayat yang tersembunyi maknanya, tidak diketahui baik secara aqli maupun naqli, dan inilah ayat ayat yang hanya Allah saja yang mengetahuinya, seperti datangnya hari kiamat, huruf huruf yang terputus putus di awal awal surat. Pendapat ini disandarkan Al-Alusi kepada pemimpin pemimpin madzhab Hanafi.

8. Muhkamat adalah ayat ayat hukum Tuhan yang berkaitan langsung dengan manusia seperti hudud, akhlak, faraidh, halal, dan haram. Mutasyabihat adalah ayat ayat hukum Tuhan yang berkaitan dengan alam dan Tuhan sendiri, seperti ilmu tentang ketuhanan dan hukum alam.

Baca juga: Pengertian Hadits Mursal Dan Klasifikasinya

Perbedaan Muhkamat Dan Mutasyabihat

Dalam hal ini, Ar-Raghib Al-Asfahani mengambil jalan tengah dari kedua pendapat di atas. Ar-Raghib membagi ayat ayat mutasyabihat menjadi 3 bagian:

1. Ayat yang sama sekali tidak diketahui hakikatnya oleh manusia, seperti waktu tibanya hari kiamat.

2. Ayat Mutasyabihat yang dapat diketahui oleh orang awam dengan menggunakan berbagai sarana terutama kemampuan akan pikiran.

3. Ayat ayat mutasyabihat yang makna khususnya hanya dapat diketahui oleh orang-orang yang ilmunya dalam dan tidak dapat diketahui oleh orang-orang selain mereka.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel