Pengertian Hadits Mushahhaf Dan Contohnya

Pengertian Hadits Mushahhaf Dan Contohnya

Hadits mushahhaf ialah:

هُوَ مَا وَقَعَتِ الْمُخَالَفَةُ فِيْهِ بِتَغْيِيْرِ النُّقْطِ فِي الْكَلِمَةِ مَعَ بَقَاءِ صُوْرَةِ الْخَطِّ.

Hadits Mushahhaf adalah hadits yang mukhalafahnya karena perubahan titik titik kata, sedang bentuk tulisannya tidak berubah.

Contoh hadits mushahhaf(fil matan),  ialah hadits Abu Ayyub AL-Anshary:

 اَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ.

Nabi Saw bersabda: Siapa yang berpuasa Ramadlan kemudian diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti puasa sepanjang masa.

Perkataan Sittan yang artinya enam, oleh abu bakar Ash-Shauly diubah dengan syai’an, yang berarti sedikit. Dengan demikian rusaklah makna karenanya. Mushahhaf dalam hadits tersebut terjadi pada matan. Adapun kalau tashhif itu terjadi pada sanadnya, misalnya nama sanad yang sesungguhnya Ibnu Al-Badzar diubah dengan Ibnu An-Nadar atau nama sesungguhnya Murajin diubah dengan Muzahim, maka disebut Mushahhaf fis-Sanad.

Oleh sebagian ulama, kedua istilah tahrif dan tashhif tidak mereka bedakan.

Tashhif dan Tahrif ini, dapat terjadi pada lima tempat:

1. Pada Sanad, Contohnya seperti hadits Syu’bah:

عَنِ الْعَوَّامِ بْنِ مُرَاجِمٍ عَنْ أَبِيْ عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوْقَ اِلَى أَهْلِهَ ا.

Dari Al-Awwam bin Murajin dari Abi Ustman AN-Nahdi dari ‘Utsman bin ‘Affan ujarnya: Rasulallah Saw bersabda: hendaklah tunaikan hak hak kepada yang mempunyainya.
Yahya bin Ma’in mentashhifkan Murajim salah seorang sanadnya dengan Muzahim (yakni ra diubah menjadi za dan jim menjadi ha).

2. Pada Matan: contohnya, hadits Mu’awiyah bin Abu Sufyan ra ujarnya:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الَّذِيْنَ يُشَقِّقُوْنَ الْخُطَبَا تَشْقِيْقَ الشِّعْرِ.

Rasulallah Saw melaknat orang orang yang mempersukar pidato (khatbah), bagaikan mempersukar sya’ir.

Hadits tersebut ditashhifkan oleh Waki’ bin Al-Jarah dengan Al-Khataba (dengan fat-hah ha’ yang berarti memberantakkan ikatan kayu (memecah belah).

3. Pada Sama’ (pendengaran). Misalnya, hadits yang terdapat dalam musnad Ahmad, ujarnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةٌ عَنْ مَالِكِ بْنِ عَرْفَطَةَ عَنْ عَبْدِ خَيْرٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ.

Memberitakan kepadamu Muhammad bin Ja’far, memberitakan kepadaku Syu’bah dari Malik bin ‘Arfathan dari ‘Abdu Khair dari ‘Aisyah ra ujarnya: bahwa Rasulallah Saw melarang menutup dan mamatri kapal dengan bahan bahan yang berwarna hitam.

Menurut pendapat Ahmad, bahwa Syu’bah bin Al-Hajjaj telah mentashhifkan menurut pendengarannya, Malik bin ‘Ar-Fathah padahal sebebnarnya adalah Khalid bin ‘Alqamah.

Pengertian Hadits Mushahhaf Dan Contohnya


4. Pada lafadz. Misalnya pada hadits Zaid bin Tsabit ra yang mewartakan:

اِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اِجْتَجَرَ فِي الْمَسْجِدِ.

Bahwa Nabi Saw telah mengamar (membuat kamar) di dalam masjid.
Lafadz “ihtajara” tersebut oleh ‘Abdullah bin Lahi’ah Al-Mishry, telah ditashhifkan dengan mengganti ra dengan mim sehingga berbunyi “ihtajama” yang berarti berbekam.

5. Pada Makna, misalnya, hadits yang menjelaskan:

اِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى اِلَى الْعَنَزَةِ.

Bahwa Rasulallah Saw bershalat pada ‘anazah (tombak yang ditancapkan di kamar kiri untuk membatasi shalat.

Abu Musa Muhammad bin Al-Mutsana menyangka, bahwa makna sabda Nabi  Al-‘Azanah tersebut adalah nama suatu qabilah yang masyhur di negeri Arab, yang ia juga ternasuk didalamnya. Padahal makna yang sebenarnya seperti tertera pada hadits di atas.

Itulah tadi pengertian tentang Hadits Mushahhaf sesuai dari kita musthalahul hadits, semoga dengan disertai contoh dari Hadits Mushahhaf di atas bisa semakin memberi kefahaman kepada pembaca dimanapun berada.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel