Pengertian Ad-Dalalah, Al-Wurud, Al-Wurud Al –Hadits, Al-Wurud Al-Qur’an, Dalil, Dalil Dzanni, Dalil Qath’i, Dha’if, Dzanni.

Pengertian Ad-Dalalah, Al-Wurud, Al-Wurud Al –Hadits, Al-Wurud Al-Qur’an, Dalil, Dalil Dzanni, Dalil Qath’i, Dha’if,  Dzanni.

1. Ad-Dalalah atau ad-dilalah semakna dengan dalil yang bermakna  petunjuk.

2. Al-Wurud atau juga bisa disebut al-tsubut adalah dalil [kebenaran sumber] yang menyakinkan atau sebuah kebenaran yang berasal dari dua sumber primer  hukum islam, yakni  AL-Qura’an dan hadis. Dari sisi al-wurud, al-Qur’an, secara keseluruhan redaksinya tidak ada perbedaan pandangan di kalangan umat islam tentang kebenaran sumbernya [qath’i al-wurud], yakni  berasal  dari allah, karena sampai kepada umat islam secara mutawatir sehingga memfaidahkan yakin. Namun dari sisi al-wurud, al-hadis dibagi dua; yakni yang sudah disepakati kebenaran sumbernya, dan yang masih butuh kajinan tersenderi untuk menentukan sumber al-hadis tersebut.

3. Al-Wurud Al -Hadits adalah hadits sebagai sumber kebenaran [dalil hukum dalam agama islam], di bagi dua;pertama, sebagai yang sudah disepakati kebenaran sumbernya [al-wurud al-hadits],yakni –hadits-hadits yang sudah mencapai drajatnya shahih. Kedua, sebagaian belum disepakati kebenaran sumbernya , karena masih butuh kajian tersendiri terkadang disebut  al-tsubut al-hadits.

4. Al-Wurud Al-Qur’an adalah al-qur’an sebagai sumber kebenaran [dalil hukum dalam agama islam], karena secara keseluruhan redaksinya telah disepakati kebaran sumbernya [qath’i wurud], yakni berasal dari allah, karena sampai kepada umat islam secara mutawatir sehingga memfaidahkan yakin [qath’i].al-wurud al-qur’an terkadang disebut al-tsubut al-qur’an.

5. Dalil berarti, petunjuk, pedoman. Adapun menurut istilah ahli ushul [terminilogi] ialah suatu  [baik berasal dari al-que’an maupun hadits] yang dijadikan dasar atau pedoman terkai hukum syara’ mengenai perbutan manusia breagama islam, baik bersifat [qath’i] atau dugaan [zhanni]. Dalalah berarti pemahaman atau petunjuk hukumnya.

6. Dalil Dzanni menurut bahasa adalah nash yang menujukan atas makna yang memungkinkan untuk ditakwilkan atau dipalingkan dari makna asalnya [lughawi] kepada makna yang lain. Dalil Dzanni ini ada dua macam, yaitu Dzanni al-wurud dan Dzanni ad-dalalah. Sebagai contoh dalam al-qur’an berikut:

وَالْمُطَلَقَّاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوْءٍ.

‘’wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri [menunggu] tiga kali quru’.’’[QS.al-Baqarah: 228].

Lafadz quru’ dalam bahasa arab mempunyai dua arti, yaitu suci dan haid. Sedangakan nash menunjukan [memberi arti] bahwa wania-wanita yang ditalak itu menahan diri [menunggu] tiga kali quru’. Maka ada kemungkinan bahwa yang dimagsudkan, adalah tiga kali suci atau tiga kali haid.jadi, ia belum jelas atau pasti dalalahnya. Oleh karena itu, para mujtahid berselisih mendapat tentang ‘iddah wanita yang ditalak: ada yang mengatakan tiga kali suci, ada pula yang mengatakan tiga kali haid.

Pengertian Ad-Dalalah, Al-Wurud, Al-Wurud Al –Hadits, Al-Wurud Al-Qur’an, Dalil, Dalil Dzanni, Dalil Qath’i, Dha’if,  Dzanni.

7. Dalil Qath’i menurut bahasa adalah petunjuk yang pasti, petunjuk yang sudah jelas. Sedangkam dari segi istilah adalah petunjuk hukum yang dapat dipahami dengan jelas, tanpa peluang untuk mengerti kan lain, tidak menerima ta’wil. Dalil qath’i ini ada dua macam, yaitu Qath’i al-wurud dan Qath’i Dalalah.

Sebagai contoh dalam al-qur’an surat al-nisa’:12 sebagai beriku:

وَلَكُمَّ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ اِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ

“dan bagimu [suami istri] seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri, jika dia tidak mempunyai anak ...’’

ayat tesebut adalah pasti, arti bahwa bagian suami dalam keadaan seperti ini adalah seperdua, tidak dapat dipahami lain.

8. Dha’if menurut lemah. Hadits dha’if adalah hadits yang ditingkatkan berada di bawah hadits hasan [tidak memenuhi syarat sebagai hadits shahih maupun hasan ], dan hadits [seperti] ini bayak sekali ragamnya.

9. Dzanni menurut bahasa berarti perkiraan, sangkaan, atau dugaan, antara benar dan salah. Adapun dzanni menurut istilah adalah dalil yang menunjukan kepada makna yang meragukan dan tidak pasti, sehingga menimbulkan peluang prbedaan pendapat bagi yang memahaminya. Dalil dzanni ada dua macam, yaitu Dzanni al-wurud dan Dzanni al-dalalah.

10. Dzanni Ad-Dalalah dalil yang kata katanya memberikan kemungkinan kemungkinan arti dan maksud. Tidak menunjukkan kepada satu arti dan maksud tertentu.

Irvan Rizki Ramadhan Ldsi Online




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel