Dalil Shalat Ghoib

Dalil Shalat Ghoib

Shalat ghoib adalah sholat jenazah yang dilakukan ketika jenazah sudah dimakamkan (tidak terlihat), shalat ini biasa dilakukan jarak jauh, karena tidak bisa mengikuti sholat jenazah saat jenazah belum dikebumikan. Pada dasarnya sholat ghoib adalah solusi bagi kita yang tidak bisa hadir dalam shalat jenazah yang belum dikebumikan, hal tersebut di sebabkan karena halangan yang tidak memungkinkan untuk kita bisa hadir dalam sholat jenazah, entah dari segi waktu, jarak, atau kondisi lainnya, yang mana bertemtangan dengan dalil yang menganjurkan untuk segera mengebumikan jenazah.

Contoh, ada teman kita meninggal pagi ini, yang rumahnya sangat jauh diibaratkan rumah kita di jawa timur, dan teman kita yang meninggal rumahnya di aceh, pada dasarnya menyegerakan penguburan jenazah adalah di anjurkan, dan pastinya kita tidak mungkin menghubungi rumah duka untuk menunda penguburan sebelum kita datang, apalagi kita belum tentu punya uang untuk biaya perjalanan ke sana, belum tentu perjalanan kita cepat sampai, yang pasti menyegerakan penguburan adalah dianjurkan.

Kondisi seperti contoh diatas juga bisa berupa keyakinan, contoh ketika kita sudah mengira jika kita perjalanan ke tempat jenazah pasti telat untuk sholat jenazah, maka kita sudah boleh untuk shalat ghoib, walaupun jenazah belum dikebumikan, jika setelah shalat ghoib kita segera menuju ke rumah duka untuk membantu proses selanjutnya itu termasuk kebaikan.

Dari gambaran di ataslah dasar kebolehan sholat ghoib buat jenazah, yang mana memberikan solusi untuk umat islam dalam urusan shalat jenazah, tapi seandainya kita tidak punya kondisi seperti di contoh, maka kita belum termasuk orang yang boleh melakukan sholat ghoib, maka kita tetap sebaiknya untuk hadir dan ikut dalam sholat jenazah sebelum di kebumikan.

 “jika sekiranya sulit untuk mendatanginya walaupun berada di negerinya, misalnya karena sudah tua atau sebab lain maka shalat ghoibnya sah. Sedangkan jika tidak ada kesulitan maka shalatnya tidak sah walau berada di luar batas negeri yang bersangkutan”. (Ianatut Tholibin).

Jika seorang menshalati jenazah di hari meninggalnya setelah dimandikan, hukumnya adalah sah, sebagaimana pendapat Imam Ar-Rayani. Juga meshalati jenazah yang tlah dimakamkan, hukumnya juga sah, karena Rasulallah pernah menyalati jenazah yang sudah dikubur. (HR. Bukhari Muslim dan Imam Darul Quthni). (Kifayatul Akhyar Juz 1 Halaman 103-104).

“boleh menshalati beberapa jenazah dengan sekali shalat dan niat untuk semua secara global”. Disebutkan juga boleh “ijmal” artinya seperti dalam kalimat saya niat shalat untuk para jenazah muslim... atau, berniat shalat seperti sang imam menshalati saja”.( Fathul Mu’in, Ianatut Thalibin Juz 2, Hal 132-135).

Dalil Shalat Ghoib


Dasar dalil shalat ghoib adalah dalil berikut ini:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ نَعَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم اِلَى أَصْحَابِهِ النَّجَاشِيٌّ ثُمَّ تَقَدَّمَ فَصَفُّوْا خَلْفَهُ فَكَبَّرَ أَرْبَعً.

Nabi memberitakan kepada para sahabatnya tentang kematian An-Najasyi, kemudian beliau maju (untuk mengimami), maka kami membuat shaf dibelakang beliau, dan beliau bertakbir empat kali. (HR. Bukhari).

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِيْ مَاتَ فِيْهِ وَخَرَجَ بِهِمْ اِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ.

Dari Abu Hurairah ra sesungguhnya Rasulallah Saw memberitahukan berita wafatnya Raja Najasyi pada hari wafatnya, dan beliau bersama para sahabat pergi menuju tempat shalat. Kemudian beliau menyuruh mereka berbaris dan beliaupun menshalati Raja Najasyi dengan empat kali takbir. (HR. Malik).

Dari sekian penjelasan tentang dalil shalat ghoib di atas, semoga memberikan kita kemanfaatan yang bisa kita amalkan.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel